Hujan Pengingat

Di hari minggu, saat aku terbangun dari tidur, ku dengar rintikan air yang mengalir membawa perasaan di masalalu.


Suasana sunyi dengan gemercik air membawa hati kedalaman perasaan yang lebih dalam. Yang lalu datang, yang ada sejenak tersamar. Yang lalu teringat yang ada menghilang.

Hidup adalah sejarah, setiap orang punya sejarah masing-masing yang indah ataupun buruk semuanya akan tetap teringat dan terukir abadi sampai menutup mata.

Saat itu aku ingat sekilas tentang mu, saat tertawa bersama, saat berduka, semuanya di jalani bersama, tetapi sekilas berubah duka ku jadi duka ku, duka mu masih tetap jadi duka ku pula.



Hidup memang perih, tetapi harus di ketahui hidup itu banyak rasa karena hidup adalah jalan dimana kita akan menemukan tujuan dan hanya ada bahagia tanpa ada rasa apapun lagi kecuali itu, karena kita bersama TUHAN.

Kau bukan sekedar kenangan, tetapi kau tersimpan pelajaran untuk menguatkan diriku menjadikan diriku yang lebih baik.

Lintasan sejarah itu terlihat seolah mentari akan bersinar lagi, padahal itu hanya emosi hati yang belum menerima sebuah sejarah. Aku yakin mentari akan bersinar lagi dan lebih terang.

Sekejap aku terbangun dan menoleh ke jendela untuk melihat air hujan yang turun, setelah aku menoleh ternyata tetangga ku sedang menyirami bunga.

Begitulah hidup jangan terbawa perasaan harusnya perasaan yang harus kita bawa karena perasaan(prasangka) yang baik yang akan membawa masa depan lebih baik apapun itu kisahnya.

0 Response to "Hujan Pengingat "

Post a Comment

wdcfawqafwef